KFC optimis target omset Rp 2,4 triliun tercapai
Selain itu, KFC setiap bulannya harus membuka sekitar 30 sampai 40 store baru di penjuru tanah air, dengan investasi sekitar Rp 4 sampai 6 miliar per store. “Karena dengan store baru, dapat meningatkan omset,” ungkap Gandhi Lie, GM Business Development PT. Fastfood Indonesia Tbk
meski saat ini krisis ekonomi global belum juga berhenti, namun bisnis restoran cepat saji yang memakai manajemen modern di Indonesia agaknya tidak terpengaruh krisis dunia. Mengingat, pangsa pasar Indonesia sangat besar. “Juga yang perlu diketahui, market share KFC berada diposisi teratas dibandingkan resto cepat saji sejenis,”
Kebanggan Gandhi sangat beralasan, mengingat selama 30 tahun KFC berada di Indonesia telah mengalami peningkatan penjualan yang sangat menggembirakan. Misalnya tahun 2006 omset penjualan mendekati Rp 1 trilyun, tahun 2007 mendekati Rp 2 trilyun, dan tahun 2008 sudah mencapai Rp 2,2 trilyun dan tahun 2009 diharapkan mengalami pertumbuhan dua digit atau sekitar 18-20 persen yang setara dengan Rp 2,4 trilyun.
Sementara, tingkat harapan tumbuh untuk laba sebelum pajak ‘nett profit’ selama tahun ini sebesar 7-8 persen. Sesuai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 18 Juni 2009, total ‘nett profit’ pada tahun lalu mencapai Rp125,2 miliar, paparnya,
Sampai saat ini, total gerai KFC ada 350 yang tersebar di 90 kota se-Indonesia. Dan telah mempekerjakan sekitar 13.000 orang. Fastfood Indonesia, seperti dikutip www.kfcindonesia.com, merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dengan kepemilikan saham PT Gelael Pratama 43,6%, PT Megah Eraraharja 35,6%, dan sisanya publik 20%, dan koperasi 0,8%.