Kasus Sukses Manajemen Ritel

Mei 18, 2010

JALAN BERLIKU JURAGAN AYAM BAKAR MAS MONO

Bekalnya ijazah SMA. Mengawali perjuangannya dengan menjadi office boy dan jualan roti pisang keliling. Namun hanya berselang delapan tahun Agus Pramono mampu menjadi juragan ayam bakar yang omsetnya ratusan juta perbulan.

Urip kaya cakra manggilingan, itu ungkpan para dihalang ketika mengupas filosofi hidup manusia. Artinya hidup ini ibrat roda yang berputar terkadang diatas terkadang dibawah. Filosofi hidup itulah yang dimaknai secara mendalam oleh Agus Pramono, Bos Ayam bakar Kalasan ( Mas Mono ) yang kini mempunyai tujuh outlet dan tersebar di berbagai wilayah di jakarta dan melayani jasa catering untuk Anteve, Trans TV dan TV7.

Sempat di tempa kerasnya hidup di ibukota selama lebih dari satu dasawarsa, akhirnya Mas Mono, dimekian akrab disapa oleh para pelanggannya, bisa menjadi juragan ayam bakar. Dalam sehari tak kurang dari 600 ekor ayam ia sajikan untuk para pelanggannya, yang terentang dari golongan bawah sampai atas.

Mono hijrah dari madiun ke jakarta pada tahun 1994, setamat dari sekolah menengah atas di kota brem tersebut. Di jakarta Ia bekerja sebagai karyawan restorant cepat saji California Fried Chicken sebagai coocker.

Tiga tahun kemudian atau 1997 ia keluar dari CFC, untuk memegang operasional rumah makan yang melayani jasa catering even-even khusus. kebetulan pada tahun itu, properti mengalami booming sehingga banyak sekali peluncuran perumahan-perumahan yang membutuhkan jasa catering. NAmun perjalanan hidup, tak ubahnya air yang pasang surut. akhir tahun 1997 atau awal 1998, krisis ekonomi mendera kawasan ASIA, termasuk Indonesia.Penyelenggaraan event-event yang semula booming, mulai lesu. Order yang mula antre, berubah total, nyaris tak ada satupun order yang masuk.

Mono masuk barisan dari jutaan penduduk Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk menyambung hidupnya, Mono menulis puisi dan membuat vinyet untuk dikirimkan kesejumlah Media masa. ” Supaya bisa dimuat, puisi maupun vinyet itu saya antar sendiri ke redaksi,” kata mono mengenang masa-masa susah dalam hidupnya.

Mono berusaha untuk melamar ke sejumlah perusahaan. Namun tidak ada satupun lamarannya yang membuahkan hasil. baru pada tahun 1998, dengan rekomendasi dari seorang temannya, mono diterima sebagai office boy di sebuah perusahaan konsultan. pekerjaan mono sehari-hari adalah menyapu, mengepel dan memfotocopi dokumen, namun, disela-sela mengerjakan tugas pokoknya tersebut, mono belajar untuk mengoperasikan komputer. setelah berhasil mengoperasikan komputer ia mencari hasil tambahan dengan melayani jasa pengetikan skripsi.

Meski sudah berusaha keras untuk mendapatkan hasil tambahan, tetapi tuntutan ekonomi berkembang jauh lebih pesat, sehingga mono merasa posisinya sebagi karyawan tidak bisa dipertahankan lagi. Ia berfikir untuk keluar dan memulai usaha sendiri.

Modal cekak membuatnya berfikir keras, usaha apa yang cepat mendatangkan uang sehingga bisa menambal kebutuhan sehari-hari. Terlintas dibenaknya untuk membuat warung makan seperti yang berada di dekat kantornya. Namun dengan uang Rp. 500rb di tangan jelas tidak cukup dijadikan modal untuk mendirikan warung makan.

Dengan dana yang ada usaha jualan pisang cokelat merupakan pilihan yang masuk akal. Ia membelanjakan sebagian dari uangnya untuk uang muka membeli gerobak dan sisanya untuk membeli bahan baku. mulailah mono mendorong gerobaknya dan menjajahkan pisang cokelatdari satu sekolah dasar ke sekolah dasar lainnya. “Setiap SD jam istirahatnya berbeda. Saya selalu berpindah-pindah menyesuaikan jam istirahat beberapa SD,”

Di tengah kesulitan hidup, mono mengambil keputusan berani untuk menyunting pujaan hatinya, Nunung, yang kini telah memberinya buah hati Novita Anung Pramono. Pasangan muda ini hidup di satu kamar kontraakan dan tidur hanya beralaskan tikar tanpa kasur. agar sedikit empuk maka mono menganjal tikarnya dengan kardus-kardus bekas.

Profesi sebagai penjual pisang coklat masih ia geluti. kalau dagangannya masih sisa, maka pa sorenya ia ngetem di depan universitas Sahi. Untuk meringankan beban suaminya Nunung mengambil pekerjaan dari subkontraktor kardus sepatu. ” Saya kasihan sekali melihat istri kecapeaan setelah melipat-lipat kardus sepatu,” ungkap Mono.

Pada suatu hari di tahun 2000, Mono melihat ada lapak di depan Usahid yang tidak terpakai. Mimpinya untuk memiliki warung ayam bakar kaki lima kembali menyeruak. didukung istrinya yang jago memasak mono mulai beralih profesi menjadi penjual ayam bakar. Pertama kali jualan mono membawa 5 ekor ayam yang ia jadikan 20 potong. pada waktu itu yang laku hanya 12 potong, tetapi saya sudah sangat bersyukur. memiliki lapak saja saya merasa bermimpi, imbuhnya.

Kombinasi antara menu yang enak dan ketekunan, sedikit demi sedikit ayam bakar mas mono membuahkan hasil. hari demi hari, minggu berganti minggu, tahun beranjak tahun ayam bakarnya semakin laris. warungnya yang semula hanya menghabiskan lima ekor ayam sudah mampu menjual 80 ekor ayam per harinya. karyawan yang semula hanya satu orang bertambah menjadi beberapa orang.

“Meskipun warung saya hanya kaki lima, namun saya menerapkan standar operasional rumah makan besar. Karyawan memakai seragam, tidak memelihara kuku panjang, tidak berkumis dan tidak berjenggot,”

Lantaran adanya standar tersebut, Warung mono menjadi terlihat berbeda dibanding warung kaki lima lain sehingga warung tersebut mengalami pertumbuhan pesat. Meski kondisi ekonomi semakin membaik, sang istri tidak tinggal diam. Sang istri berjualan nasi uduk di dekat sebuah kantor di jalan MT Haryono. warung nasi uduk yang buka antara pukul 06.00 – 10.00 pada saat itu sudah meraup omset 800 ribu perhari.

Agaknya jalan terang terus terhampar. setelah satu pelanggannya, presenter dunia lain Trans TV, menyarankan agar mono menawarkan jasa catering ke stasiun televisi tersebut. ternyata tanpa melalui peroses berliku-liku mono mendapat proyek itu, tak lama kemudian Anteve dan TV 7, memesan catering dari peria yang hobi memodifikasi sepeda motor ini.

Pada sisi lain, mono juga melakukan ekspansi warungya. Dari salah satu pelanggannya ia mendapatkan penawaran tempat di jalan Tebet raya No.57, meski hanya kecil. Di tempat ini mono hanya bisa menempatkan 2 bangku kecil, tetapi di luar dugaan pelayannya membludak sehingga mereka rela makan sambil berdiri. setelah sukses di tempat ini mono mengusung nama ayam bakar kalasan mas mono untuk jualannya. sebelumnya, ia tidak memakai merek untuk warungnya.

Untuk menampung pelanggannya mono kembali membka warung di jalan Tebet Timur Dalam. lagi-lagi warung ini juga dipenuhi oleh pelanggan. Bukan hanya pelanggan lama, tetapi juga pelanggan baru, tetapi juga pelanggan baru sehingga warung ini yang semula diniatkan menampung pelanggan lama, malah bisa memperluas pasar lagi. Kini keseluruhan warung Mas Mono mencapai tujuh. selain yang disebut di atas Mono juga memiliki warung di jalan Panggadegan Selatan Raya, Jalan pulo Nangka Barat II, jalan Inspeksi Saluran E 26 Kalimalang dan kampus ASMI pulo mas.

NAmun Mono sendiri mengaku sampai saat ini belum memiliki rumah dan mobil pribadi. Tiga mobil yang ia miliki adalah mobil operasional. sedang rumahnya masih kontrak. Namun sejatinya, dari omset satu bulan saja mono mampu membeli rumah ataupun mobil pribadi sekaligus.”Duitnya mengembangkan usaha Mas,” katanya seraya mengatakan dalam pengembangan usaha ia tidak pernah berhubungan dengan lembaga keuangan.

Sukses di mata mono tidak harus memiliki rumah mentereng atau mobil keren, melainkan apa yang menjadi kebutuhannya terpenuhi. “Mungkin orang lain memiliki pengertian lain tentang sukses adalah ketika seseorang bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya

Kunci sukses, kata Mono, adalah penerapan dari kata-kata mutiara yang sering diucapkan oleh banyak orang “Dimana ada kemauan di situ ada jalan. mungkin kata-kata itu sangat sederhana dan mungkin setiap orang sudah tahu tentang itu. tetapi kalau benar-benar di terapkan bisa menuntun hidup seseorang kearah yang lebih baik. saya merasakan sendiri kebenaran kata-kata itu

Sumber: www.ayambakarmasmono.wordpress.com

Ayam Bakar Mas Mono Sedikit Pedas dan Mak Nyus

Bisnis ayam bakar berkembang bak jamur ke seantero negeri. Pasalnya, usaha ini hanya membutuhkan modal kecil dan menghasilkan untung besar. Demikian, kompas.com melansir.

Seperti halnya warung ayam bakar Mas Mono. Menunya memang sederhana dan terlihat sepele. Hanya ada ayam bakar legit sedikit pedas, nasi putih hangat, dua iris mentimun, daun kemangi, kol, dan sambal merah. Namun, dengan menu ini ayam bakar Mas Mono mampu beranak pinak hingga memiliki 10 cabang.

Semula, Agus Pramono atau yang akrab disapa Mas Mono mengawali usahanya dari penjaja pisang cokelat dari satu SD ke SD yang lain. Keuntungannya sangat kecil. Kemudian dia tercetus untuk berjualan menu yang bisa diterima segala lapisan masyarakat, yakni ayam bakar.

Dengan dibantu istrinya, Mono lantas membuka warung ayam bakar kalasan di depan Universitas Sahid Jakarta pada tahun 2000. Kala itu, modalnya hanya Rp 500.000 yang digunakan untuk membeli 5 ekor ayam, bumbu lalapan, piring satu lusin, dan beberapa perlengkapan berjualan ayam.

Dengan racikan bumbu sang istri yang hobi memasak, mampu mendongkrak penjualan ayam bakarnya, dari 5 ekor ayam menjadi 20 ekor ayam per hari. “Sekarang, di Tebet Timur saja, sehari bisa menghabiskan 200 ekor,” kata Staf Operational Ayam Bakar Mas Mono Sri Mulyati.

Dengan 10 gerainya, kini ayam bakar Mas Mono menghabiskan lebih dari 1.000 ekor ayam dengan ukuran 800 gram per ekor. Untuk seporsi ayam bakar ditambah segelas minuman ayam bakar Mas Mono mematok dengan harga rata-rata Rp12.500-Rp 15.000.

Sri mengatakan ketika orang ramai membicarakan flu burung, omzetnya sempat turun hingga 50 persen. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Perlahan orang mulai mengerti dan berani makan ayam. “Awalnya memang omzet turun hingga 50 persen, tapi warung kembali ramai lagi

Selain pelayanan yang cepat, untuk memikat pembeli, ayam bakar Mas Mono memajang sederet potret artis terkenal yang pernah bersantap di warungnya.

Ayam bakar Mas Mono memiliki trik tersendiri untuk membakar ayam dan menghasilkan rasa yang khas. Yakni, ayamnya tidak dibakar sampai kehitaman dan kering agar tidak terlihat legam. Selain itu, cara ini juga untuk menghindarkan rasa pahit yang biasanya menyertai ayam bakar.

Sri mengaku, ayam bakar Mas Mono merebus ayamnya dengan sedikit air dan bumbu (mengungkep) terlebih dulu selama satu jam dalam suhu 100 derajat Celcius. Tujuannya, untuk membuat bumbu meresap dan daging ayam menjadi empuk. “Karena itu tidak usah khawatir, kami bebas flu burung,” Ayam Bakar Mas Mono, Pusat: Jl. Tebet Timur Dalam 48, Jakarta 021-92811166

Sumber: www.gopanindonesia.com

Sales Management-Tugas 4

April 13, 2010

Apakah Perusahaan Anda “Menjual”?

Revolusi kita bicarakan adalah sangat mendasar dan utama bisnis sambungan keberadaan. Itu yang kebanyakan orang telah lupa; itu adalah Hubungan antara kedua eksternal dan internal “Pemasok” dan “Pelanggan”.

Organisasi bisnis yang benar-benar dapat menciptakan hubungan baru dengan pelanggan mereka akan menyadari diri dengan melampaui keunggulan kompetitif dibandingkan dengan orang lain. Ini juga bisa diterapkan bahkan bisnis sekecil satu orang bisnis pertunjukan.

- Tujuan Dasar Usaha

Ide yang sangat dasar dan bisnis proses penjualan adalah sama untuk hampir semua pihak yang terlibat di dalamnya. Apakah Anda adalah CEO besar, kepala Departemen, manajer, hingga asisten penjualan, ini semua bermuara pada satu elemen dasar – Apa yang kita lakukan terutama adalah “Menjual”.

Sederhana dan lurus ke depan, tetapi belum yang paling terlupakan dalam jadwal sibuk kita sehari-hari dan tugas – Tujuan bisnis dan keberadaannya adalah untuk menemukan dan mempertahankan pelanggan, dan untuk membuat mereka terus berbisnis dengan Anda ketimbang dengan pesaing Anda!

- The Old Game

Skenario permainan tua sangat familiar bagi kita semua; Dijual orang di luar sana di lapangan membawa dalam penjualan untuk bisnis. Mereka mencoba untuk menjual sebanyak yang mereka bisa untuk pelanggan yang selalu berusaha untuk menghindari menjadi “Sold”! Hei, seperti orang lain, kita mencoba untuk mendapatkan harga terbaik, dan menolak yang tertipu benar? Jangan lupa bahwa Anda adalah pelanggan lain juga!

Tua dan sekarat ini kegiatan usaha dapat digambarkan sebagai tim penjualan di luar sana untuk melawan persaingan pangsa pasar, dan pelanggan “Mind” preferensial berbagi. Hal ini, untuk semua maksud dan tujuan, menjual persis seperti pesaing.

Penjualan seperti permainan, seperti penjualan setiap orang akan memberitahu Anda – Ada pernah cukup! Tidak pernah cukup waktu, pelanggan, mendukung … dll Namun, penjualan yang sama orang akan mengatakan pada anda bahwa ia terus-menerus diminta untuk menghasilkan lebih banyak dan penjualan yang lebih besar di dunia yang sama tidak pernah “cukup”!

Dalam organisasi tradisional, kerja ini disusun sekitar manajemen (pikiran diri sendiri jika Anda menolak hal ini). Bekerja mengalir ke arah kelompok eksekutif. Karyawan bekerja untuk kelompok manajemen eksekutif, bukan pelanggan. Imbalan dan sistem hukuman, sistem pelaporan, ulang …. enforcements dan prosedur dll, tidak melupakan menyenangkan, memuaskan dan mengurus Bos.

- Re-discover Tujuan Bisnis

Bertahan hidup dan berkembang dalam bisnis ini revolusi akan memerlukan setiap orang dalam organisasi untuk berkumpul dan menemukan kembali tujuan dasar ini suatu bisnis. Pikiran Anda! Ini adalah bagian paling penting dari pekerjaan setiap orang cara sebelum Anda melanjutkan tugas-tugas rutin Anda. Kritis ini tugas dan tujuan dasar bisnis akan membuat perbedaan antara menjaga pekerjaan atau yang dilepaskan dari bisnis!

Revolusi ini akan terus mengubah proses bisnis kami, peran kita di dalamnya, dan kompetensi kita perlu membekali diri dengan. Akan menggulingkan semua keyakinan bahwa kita telah memegang kuat untuk, itu juga akan mengguncang sifat seperti mengapa dan apa yang kita bekerja untuk?

- Fight Anda jalan keluar

Jika perusahaan Anda seperti kebanyakan orang lain hari ini, Anda memiliki kompetisi jauh lebih besar daripada sebelumnya. Produk dan layanan yang Anda tawarkan sekarang tidak berbeda di mata pelanggan Anda yang berharga. Mereka hanya match poin demi poin dengan pesaing Anda, terburuk jika penawaran yang lebih baik!

Tugas bisnis mencari dan mempertahankan pelanggan adalah seperti permainan berisiko tinggi. Jika Anda kehilangan keluar, konsekuensi dari pelanggan Anda akan pesaing yang jauh lebih penting sekarang daripada waktu lainnya dalam iklim bisnis baru.

- Bisnis Fungsi

CEO, Eksekutif, Manajer, seharusnya menyadari bahwa tugas inti mereka bukan hanya untuk meningkatkan nilai saham pemegang saham, membuat semua laporan yang fantastis. Prioritas tertinggi dari tujuan mereka adalah untuk menjual, untuk menemukan dan mempertahankan pelanggan. Menjual tidak lagi sekadar fungsi penjualan di dalam perusahaan, adalah, dan akan selalu menjadi “Fungsi” dari sebuah perusahaan.

Apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini? Utama di balik penjualan ini dan tenggelam adalah peningkatan kompetisi, pelanggan dengan pilihan yang jauh lebih luas pasokan. Pelanggan yang semakin pintar, dan lebih tangguh dengan lebih banyak pilihan penawaran. Anda harus menyadari bahwa pelanggan keras konteks hari ini benar-benar dapat membeli lebih baik daripada kebanyakan orang penjualan bisa menjual.

- Customer Loyalty

Anda ingin kesetiaan pelanggan Anda? Anda harus bermimpi siang hari! Dunia saat ini adalah nasabah sendiri “Shopping Mall”. Tidak ada batas dalam hal jarak, bahasa, koneksi. Hanya ada “batas” harga, kemudahan, berjarak satu kali telepon atau internet … dll

Tidak lagi permainan lama di mana pelanggan membeli apa yang diberikan kepada mereka. Ini adalah peraturan baru di mana Anda harus menyediakan apa yang pelanggan inginkan atau mereka akan pergi ke pesaing.

Intinya adalah bahwa Anda tidak bisa menang dalam permainan baru ini; kepercayaan tradisional yang Anda pegang kuat untuk itu, proses penjualan, penjualan taktik dan strategi yang tidak hanya pertandingan ini jenis pelanggan baru dalam kompetisi meningkat dan penuh sesak pasar. Menjual dan menjaga (atau berusaha untuk menjaga jika Anda) pelanggan dengan cara yang lama sedang sekarat cepat. Jadi, apa yang kemudian berikutnya?

- The New Game

Ada ini “New” permainan muncul. Hal ini lebih pada berfokus pada pelanggan! Tidak, kita tidak berbicara tentang apa yang Anda pikirkan atau memiliki dalam pikiran. Permainan baru ini mengharuskan semua organisasi bisnis untuk terlibat, dan benar-benar terlibat. Ini adalah permainan tingkat yang lebih tinggi, dengan lebih banyak risiko, tetapi juga lebih banyak penghargaan.

Sekarang, setiap orang yang memiliki saham dalam proses bisnis harus datang ke dalam ini. Ini adalah semacam menciptakan dan mempertahankan kemitraan dalam seluruh organisasi. Ini akan menjadi proses transformatif yang akhirnya akan mengubah cara kita melihat satu sama lain dan bagaimana kita dapat benar-benar bekerja sama dalam seluruh proses penjualan. Bagi beberapa orang, itu seperti mengalami kelahiran baru jenis baru hubungan. Ini seperti membangun kemitraan antara semua yang terlibat.

- New Breed

Apa ini berarti bagi kita sebagai orang penjualan dan sebagai organisasi menjual? Pada dasarnya, ini berarti semua peran kita akan berubah. Hubungan baru ini dalam organisasi bisnis yang sama adalah bagian dari solusi untuk mengatasi persaingan yang ketat di luar sana di pasar.

Ini adalah kesempatan bagi kita sebagai generasi baru “Sales Person” untuk menjadi “Pekerja Pelanggan” dari hari ini. Untuk sebagian orang, itu bisa menjadi periode tidak nyaman. Bahkan mereka yang “berpikir” mereka ingin menemukan sendiri perubahan harus mengubah keyakinan yang kuat, dan mengubah paradigma di luar mereka sendiri. Ya, itu akan menciptakan tingkat intens ketidakamanan di antara beberapa ketika seluruh budaya bisnis berubah. Tapi bisa Anda tidak mampu untuk berubah dan risiko pukulan keluar dari bisnis?

Apakah organisasi Anda sudah siap untuk menyadari fakta bahwa tidak ada yang menjual sesuatu kepada siapa pun; Orang-orang sekarang membeli dari semua orang dan bagaimana organisasi bisnis Anda akan orangtua dalam dirinya sendiri untuk mengambil tantangan ini. Hal ini sendiri adalah besar berbeda.

Sumber :

http://id.odotk.com/is_your_company_selling245659a.html

Sales Management

April 13, 2010

MANAJEMEN Salesforce

Kita semua telah mendengar bahwa Anda tidak dapat memotivasi orang lain. Motivasi menurut definisi berasal dari dalam dan pekerjaan kita sebagai manajer penjualan adalah untuk menciptakan suatu lingkungan di mana sales force Anda akan memotivasi diri mereka sendiri, bukan?

Pertama, semua orang termotivasi. Mereka mungkin termotivasi untuk bekerja keras atau tinggal di tempat tidur. Mereka mungkin termotivasi untuk membantu pelanggan atau hanya mendapatkan komisi. Tugas kita adalah untuk mengidentifikasi dan pahala orang-orang motivasi yang menghasilkan perilaku kita ingin melihat ulang.

Kedua, teknik bisa dipelajari untuk mengajar penjualan kami kekuatan untuk mengatur iklim motivasi yang tepat sehingga klien dapat membeli. Kemudian klien akan melakukan sisanya sendiri. Kita juga tahu bahwa lebih dari iklim yang tepat diperlukan untuk membuat penjualan. Kita perlu menarik kebutuhan klien, menguatkan kebutuhan-kebutuhan dalam beberapa kasus, dan kemudian menunjukkan klien semua manfaat ia akan menerima dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal yang sama berlaku bagi tim penjualan Anda. Hanya menciptakan lingkungan yang tepat tidak akan menimbulkan motivasi untuk menjalankan merajalela. Kita harus, dengan desain, masuk ke dalam masyarakat kita kepala dan mencari tahu apa yang motivasi internal. Menguatkan kebutuhan atau kebutuhan dan kemudian menunjukkan kepada mereka persis bagaimana mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan bersamaan mencapai (kami perusahaan) gol.

Jadi, bagaimana kita pergi tentang masuk ke dalam kepala mereka? Kami terus
karir wawancara. Sebuah wawancara karir sering bingung dengan penilaian kinerja, namun mereka berbeda dalam banyak hal.

1. Tujuan dari wawancara karir adalah untuk membantu karyawan tumbuh, tidak untuk menilai kinerja masa lalu.

2. Dasar kompensasi biasanya tidak berubah sebagai hasil wawancara karir, tetapi cara paket kompensasi terstruktur dapat berubah. Ini adalah hasil dari tenaga penjual yang mengatakan mereka menanggapi kompensasi dalam bentuk yang berbeda, yaitu, komisi versus gaji atau bonus. Jumlah kompensasi yang mungkin tidak akan berubah.

3. Manajer penjualan menempatkan sangat sedikit, jika ada, secara tertulis dan tidak menyimpan catatan formal dalam file karyawan mengenai sebuah wawancara karir.

Manajer penjualan harus wawancara individual setiap orang penjualan. Jika ada asisten atau asosiasi manajer penjualan atau tim pemimpin, mereka harus wawancara individual setiap orang dalam kelompok atau tim.

Karir wawancara harus dilakukan setidaknya sekali setiap enam bulan, lebih baik sekali seperempat atau kapan saja ada perubahan yang signifikan baik dalam perusahaan atau dalam kehidupan individu yang dapat menyebabkan perubahan dalam tujuan, sasaran atau sikap. Beberapa contoh mungkin mencakup: promosi, pergeseran wilayah, pengenalan produk baru, kematian dalam keluarga, perceraian, kelahiran anak, perkawinan, atau merger perusahaan.

karyawan baru harus diwawancarai tiga kali dalam enam bulan pertama. Wawancara pertama harus dilakukan dalam dua sampai tiga minggu pertama. Pada saat ini mereka akan mulai menghadapi kesulitan tertentu atau hambatan dalam perusahaan. Beberapa contoh adalah kembali pesanan pada produk tertentu, persaingan di wilayah produk atau wilayah, atau kesulitan dengan teman sebaya atau manajemen. Pada titik ini, karyawan akan mencari beberapa input positif dari Anda dan wawancara karir dapat format sempurna untuk menempatkan karyawan ini kembali ke jalur.

Kedua kalinya seorang karyawan baru harus diwawancarai adalah pada akhir 90 hari pertama. Pada titik ini kebaruan pekerjaan akan hilang. Mereka kemudian harus merasakan kekuatan dan kelemahan dalam posisi baru mereka. Hal ini penting pada saat ini untuk plug mereka ke dalam program pelatihan yang terorganisasi dengan baik agar mereka berkembang.

Wawancara karir ketiga untuk karyawan harus dilakukan setelah enam bulan. Ini adalah ketika mereka memiliki potensi untuk menjadi berbahaya. Mereka merasa bahwa mereka tahu semuanya. Pada titik ini, penting bahwa Anda membantu mereka mengidentifikasi tujuan jangka panjang dengan perusahaan, mengidentifikasi beberapa daerah di mana mereka harus terus bertumbuh, dan membiarkan mereka tahu betapa pentingnya mereka bagi perusahaan dan untuk pertumbuhan dan keuntungan secara keseluruhan.

Wawancara karir harus dilakukan dalam suasana yang pribadi. Jika kita berhasil, karyawan akan membuka diri dan berbagi beberapa pemikiran terdalam. Adalah penting bahwa tidak ada gangguan yang dapat menghambat sebuah pertukaran satu-ke-satu gratis. Hal ini sering membantu untuk pergi ke restoran, atau tempat lain di luar kantor, di mana kemungkinan gangguan berkurang dan karyawan merasa yakin bahwa karyawan lain tidak akan mendengar.

Suasana harus terlihat-formal. Walaupun ini adalah manajemen / wawancara karyawan, tujuannya adalah untuk membantu karyawan untuk tumbuh dan berhasil baik dengan perusahaan. Oleh karena itu, keterbukaan harus didorong.

Adalah penting bahwa manajer tidak mengambil catatan selama wawancara karir karena dapat mencegah diskusi bebas dan dapat mengganggu baik manajer dan penjual. Sangat sulit untuk mendengarkan dan mencatat pada saat yang sama. Tujuan manajer di sini harus memahami karyawan dan tidak peduli dengan tulisan.

Bila memungkinkan, cobalah untuk duduk di sudut 90 derajat dari orang tersebut, tidak di seberang atau di samping mereka. posisi ini akan menciptakan suasana konsultatif bukan oposisi atau situasi teman-teman.

Agar wawancara karir untuk sukses, yang diwawancarai harus santai. Jika wawancara dilakukan di kantor bukan restoran, Anda mungkin ingin membiarkan karyawan atau tenaga penjual mengetahui bahwa tidak apa-apa merokok, minum kopi, menaruh kaki mereka atas atau melakukan apa pun yang mungkin cocok untuk membantu santai.

Variabel penting lainnya adalah bahwa kedua orang harus benar-benar jujur satu sama lain. Selama wawancara karir, Anda akan ditanya pertanyaan-pertanyaan yang Anda akan memilih untuk tidak menjawab. Jika Anda menahan data dari orang-orang Anda dalam wawancara karir, Anda akan merusak ikatan kepercayaan dan mengalahkan tujuan keseluruhan wawancara.

Jadi, bagaimana kita memulai wawancara? Pertanyaan apa yang kita minta? pengenalan Anda bisa jadi seperti ini: “John, apa yang kita sedang mencoba untuk mendapatkan chatting hari ini saya ….” Masukkan satu atau semua keuntungan sebagai berikut:

Untuk membiarkan Anda tahu betapa pentingnya Anda dengan organisasi.

Untuk membiarkan Anda tahu di mana Anda cocok dalam organisasi.

Untuk mencari tahu di mana organisasi cocok ke dalam hidup Anda.

Untuk mendapatkan pandangan Anda pada kebijakan manajemen atau produk.

Untuk mendapatkan beberapa masukan penting dari Anda pada praktek layanan kami pelanggan dan pada jenis pekerjaan yang kita lakukan melayani klien kami.

Untuk mengetahui bagaimana perasaan Anda tentang sesama tenaga penjualan dan manajer penjualan Anda.

Untuk mengetahui bagaimana Anda ingin mengembangkan karir Anda dengan organisasi.

Untuk berbicara tentang ide-ide Anda untuk memperbaiki organisasi.

Untuk mendiskusikan cara peluang Anda untuk pertumbuhan dan bahwa Anda dapat membuat diri Anda lebih berharga bagi organisasi.

Untuk menjaga jalur komunikasi terbuka dan untuk mengenal satu sama lain lebih baik sehingga kita dapat melakukan lebih baik bersama-sama.

Untuk membangun tim yang lebih baik. Semakin pikiran kita telah terjadi dalam satu arah yang lebih baik dari kita akan.

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan dan hal-hal yang harus dicari dalam tanggapan.

1. Ada apa dengan pekerjaan Anda yang Anda sukai? Selalu mulai dengan catatan positif. Ini akan membantu diwawancara dan terbuka.

2. Ada apa dengan pekerjaan Anda yang tidak Anda sukai? Kami ingin mengidentifikasi bidang pekerjaan yang paling sulit atau frustasi. Apakah pelanggan, produk itu sendiri, manajemen, lingkungan, atau apa? Apakah ada sebuah tren?

3. Bagaimana Anda merasa dapat memperbaiki dalam pekerjaan Anda dalam 30 hari ke depan? Bagaimana Anda mendapatkan lebih banyak penjualan? Ini adalah pertanyaan orientasi tujuan jangka pendek yang menguji apakah mereka telah berpikir tentang menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka atau apakah mereka stagnan.

4. Mengapa Anda bekerja di sini? Mudah-mudahan jawabannya adalah lebih dari sekedar uang atau keamanan. Pertanyaan ini akan membawa kita ke motivator internal utama yang menjaga mereka bekerja sehari-hari. Mendorong mereka untuk memberikan Anda lebih dari satu jawaban sejak daftar ini akan membantu kami mengidentifikasi dan peringkat motivator yang menjaga mereka bekerja.

5. Apa yang ingin Anda capai sebagai karyawan di sini, di tahun depan? Sekali lagi, kami memeriksa orientasi tujuan dan sikap untuk melihat apakah mereka sudah berpikir ke depan sejauh itu. Juga, kita dapat mengidentifikasi di mana kapasitas mereka melihat diri mereka dalam waktu dekat. Bersama, Anda dapat membuat beberapa rencana untuk memindahkan mereka ke arah tujuan tersebut.

6. Jika Anda bisa memilih pekerjaan apa saja yang ingin Anda lakukan di sini, mana yang akan Anda pilih dan mengapa? Kami meminta ini untuk melihat apakah mereka memiliki aspirasi untuk pergi dalam arah tertentu. Apakah mereka ingin bergerak ke atas? Jika demikian, apakah mereka ingin bergerak ke atas karena mereka sudah kurang yang harus dilakukan. Atau karena mereka ingin tanggung jawab yang lebih? Mungkin mereka ingin pindah lateral ke departemen yang berbeda, sebuah lini produk yang berbeda atau wilayah yang berbeda. Kita juga perlu menyelidiki kebutuhan ini.

7. Jika Anda bisa memilih siapa pun dalam perusahaan yang Anda merasa Anda tidak bisa bersama, yang itu? Maukah Anda berbagi perasaan Anda dengan saya untuk mengapa Anda merasa bahwa Anda tidak bisa bersama dengan orang itu atau mengapa Anda mengalami kesulitan bergaul dengan orang itu? Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda mungkin telah mendapatkan indikasi bahwa Anda memiliki seorang manajer yang tidak rukun dengan semua tenaga penjualan. Dalam hal itu, tenaga penjual mungkin memiliki masalah dengan manajer. Atau, Anda mungkin menemukan bahwa Anda memiliki seorang manajer yang bisa bergaul dengan baik dengan kebanyakan orang, tetapi mengalami kesulitan dengan individu ini. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada bagian ini tenaga penjual. Atau, Anda mungkin menemukan bahwa sisi penjualan rumah mengalami kesulitan bergaul dengan sisi layanan atau pengiriman atau salah satu dari departemen lain. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi berbahaya yang disebut sub-optimasi di mana satu departemen bertindak dalam kepentingan sendiri yang terbaik dan menyebabkan perusahaan secara keseluruhan menjadi kurang menguntungkan.

8. Mengapa Anda merasa bahwa Anda adalah aset untuk perusahaan kami? Di sini kita akan memeriksa untuk mengetahui apa yang mereka rasakan telah memberikan kontribusi terbesar mereka. Mudah-mudahan, ini akan memungkinkan mereka untuk terbuka dan bersikap positif tentang diri mereka sendiri. Ini adalah kesempatan mereka untuk tiupan tanduk mereka sendiri. Perhatikan bahwa kami telah bertanya kepada beberapa cukup berat dan mungkin bahkan negatif pertanyaan dan sekarang kami ingin mengambil nada dan kecepatan sedikit. Pertanyaan ini sering dapat memberikan kita kesempatan untuk memberikan beberapa yang memang layak stroke positif untuk sumbangan yang mungkin telah diabaikan karena jadwal sibuk kita.

9. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan setiap minggu belajar atau berlatih untuk meningkatkan kemampuan Anda? Apa yang kamu belajar sekarang? Kami ingin membiarkan karyawan atau tenaga penjual tahu bahwa belajar, berlatih, dan terus-menerus memperbaiki. Kami tidak ingin penjual stagnan pada perusahaan ini. Ini adalah kesempatan mereka untuk memberitahu kami tahu apa yang mereka rencanakan. Kemudian, tentu saja, Anda harus menindaklanjuti pada hari-hari berikutnya 30, 60, atau 90 sehingga kita dapat menyimpan menangani di mana mereka sekarang dan di mana mereka akan pergi. Pada titik ini, kita bisa duduk dan menulis beberapa tujuan untuk kepentingan karyawan untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka memenuhi tujuan penjualan dapat membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dari perusahaan. Seperti yang kita mengajari mereka bagaimana menjadi lebih berharga bagi kita, kita juga mengajar mereka bagaimana menjadi lebih berharga untuk diri mereka sendiri. Jangan abaikan pertumbuhan pribadi selama tahap wawancara. Adalah penting bahwa kami mendorong orang-orang terbaik yang kita bisa, bukan hanya tenaga penjual terbaik.

Pertanyaan-pertanyaan ini hanya beberapa dari yang mungkin diminta cou. bebas untuk menambahkan Anda sendiri Rasakan atau untuk membangun respon yang karyawan memberi Anda. Ini adalah wawancara Anda dan peluang Anda untuk mengenal karyawan Anda dengan lebih baik. Jangan membuatnya begitu formal dan terstruktur yang Anda melupakan tujuan.

Setelah wawancara, ambil beberapa menit untuk debrief diri Anda dan mengambil beberapa catatan untuk diri sendiri sehingga Anda dapat menindaklanjuti dan membantu karyawan untuk mencapai tujuan-nya.

Sumber :

http://www.speakersroundtable.com/sales-management-tony7.html

DataPenjualan (Manajemen Ritel)

Maret 8, 2010

KFC optimis target omset Rp 2,4 triliun tercapai

Kentucky Fried Chicken (KFC) optimis target omset selama tahun 2009 sebesar Rp 2,4 trilyun, bakal tercapai. Rasa optimis itu didasari pulihnya perekonomian nasional dan membaiknya daya beli masyarakat membuat Pengembangan bisnis restoran cepat saji “fastfood” atau “Quick Service Restaurant/QSR” di Indonesia pada tahun 2009, terus meningkat.

Selain itu, KFC setiap bulannya harus membuka sekitar 30 sampai 40 store baru di penjuru tanah air, dengan investasi sekitar Rp 4 sampai 6 miliar per store. “Karena dengan store baru, dapat meningatkan omset,” ungkap Gandhi Lie, GM Business Development PT. Fastfood Indonesia Tbk

meski saat ini krisis ekonomi global belum juga berhenti, namun bisnis restoran cepat saji yang memakai manajemen modern di Indonesia agaknya tidak terpengaruh krisis dunia. Mengingat, pangsa pasar Indonesia sangat besar. “Juga yang perlu diketahui, market share KFC berada diposisi teratas dibandingkan resto cepat saji sejenis,”

Kebanggan Gandhi sangat beralasan, mengingat selama 30 tahun KFC berada di Indonesia telah mengalami peningkatan penjualan yang sangat menggembirakan. Misalnya tahun 2006 omset penjualan mendekati Rp 1 trilyun, tahun 2007 mendekati Rp 2 trilyun, dan tahun 2008 sudah mencapai Rp 2,2 trilyun dan tahun 2009 diharapkan mengalami pertumbuhan dua digit atau sekitar 18-20 persen yang setara dengan Rp 2,4 trilyun.

Sementara, tingkat harapan tumbuh untuk laba sebelum pajak ‘nett profit’ selama tahun ini sebesar 7-8 persen. Sesuai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 18 Juni 2009, total ‘nett profit’ pada tahun lalu mencapai Rp125,2 miliar, paparnya,

Sampai saat ini, total gerai KFC ada 350 yang tersebar di 90 kota se-Indonesia. Dan telah mempekerjakan sekitar 13.000 orang. Fastfood Indonesia, seperti dikutip www.kfcindonesia.com, merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dengan kepemilikan saham PT Gelael Pratama 43,6%, PT Megah Eraraharja 35,6%, dan sisanya publik 20%, dan koperasi 0,8%.

Poenya mayang p.p

Maret 5, 2010

Kado untuk Emak

Pagi itu Ahmad dan emaknya menumpang truk Pak Kolil. Mereka berdua akan pergi ke kota. Kebetulan Pak Kolil mengambil pasir di sungai dekat rumah Ahmad dan akan dikirim ke kota. Ahmad sudah sangat akrab dengan sopir truk itu. Pak Kolil adalah langganan tetap Pak Wiro. Sepulang  sekolah, Ahmad selalu membantu Paman Wiro mencari pasir di sungai, sambil menggembalakan itik.

“Kabarnya kau kemarin ke Jakarta, Mad?” tanya Pak Kolil dalam perjalanan.

“Ya. Mewakili sekolah untuk lomba cerdas cermat tingkat nasional Pak,” jawab Ahmad.

‘‘Pamanmu tadi bilang, kau menjuarai lomba itu?’’

Ahmad tersenyum sambil mengangguk. Emaknya menyahut, “Tentu berkat doa Pak Kolil,” katanya sambil tersenyum.

“Ha, ha, ha, ha, .. syukurlah kau jadi anak pintar. Aku turut bangga,” kata sopir truk itu tertawa,

“Berapa ratus ribu hadiahnya, Mad?”

“Ah. tidak begitu banyak,Pak,” jawab Ahmad.

Ia jadi teringat uang di sakunya sejumlah seratus lima puluh ribu. Sebagian dari uang itu hadiah lomba di Jakarta, ditambah hasil penjualan telur itik dan hasil kerja membantu Paman Wiro mencari pasir. Uang itu ia tabung sejak dua tahun lalu, mudah-mudahan cukup untuk membeli sebuah mesin jahit untuk Emak, pikirnya.

Sehari-harinya Emak bekerja membantu menjahit baju di tempat Bu Ina, tetangganya. Itunya sebabnya sejak beberapa tahun lalu Ahmad sangat ingin membelikan Emak mesin jahit agar Emak bisa bekerja mandiri menerima jahitan.

“Mad, kita sudah sampai. Pasir akan ku turunkan di sini. Di sebelah itu akan dibangun sebuah Bank, nanti kau bisa menabung di situ,” Jawab Pak Kolil.

“Oh ya, terima kasih, Pak,” jawab Ahmad.

“Oh ya, Toko Harapan terletak di ujung jalan sana. Bisa naik becak atau jalan kaki,” jelas Pak Kolil, karena tadi Ahmad mengatakan akan mengantar Emaknya ke toko Harapan.” Dan nanti pulangnya sama-sama aku lagi. Ku tunggu di sini!’’ Ahmad dan Emaknya mengangguk. Mereka lalu berjalan kaki menyusuri trotoar, melewati sebuah universitas. Langkah Ahmad tiba-tiba terhenti, ia menatap emaknya sedang menyeka air matanya dengan ujung kerudungnya.

“Kenapa, Mak?” Emak mabuk naik truk tadi ?” Tanya Ahmad sedikit cemas.

“Tidak. Emak hanya teringat ayahmu. Dulu, ayahmu ikut membangun gedung universitas itu. Apa kau besok juga sempat belajar di situ?’’ gumam emak lirih, ia teringat pada Ahmad sudah harus membantunya menceri nafkah dan biaya sekolah.

“Entah, Mak,” jawab Ahmad tertunduk

Emaknya memang sering bercerita tentang almarhum ayahnya yang seorang tukang batu terampil. Ayah sering diajak para pemborong membangun berbagai gedung di kota bahkan emak juga sering memuji Ahmad yang semangat kerjanya sangat mirip sekali dengan ayah.

“Ayolah, Mak kita ke toko itu !” Ahmad menggandeng tangan emaknya.

Di toko Harapan terdapat berbagai macam mesin jahit dan yang harganya murah hingga yang palinng mahal. Mereka berdua akhirnya,memilih mesin jahit bermerek Butterfly seperti milik Bu Ina yang biasa dipakai emak setiap hari.

“Ini kado ulang tahun untuk Emak, selamat ulang tahun semoga panjang umur ,” kata Ahmad menyalami Emaknya.

Wanita itu kaget. Ia baru ingat kalau hari itu bertepatan dengan ulang tahunnya yang key-47. Diusapnya rambut Ahmad dengan penuh kasih sayang, hampir saja air matanya jatuh karena haru.

“Barangnya nanti sore akan diantar, Dik,” ujar petugas toko saat Ahmad membayar di kasir. Langkah Ahmad terasa begitu ringan saat keluar dari took itu. Hatinya lega karena apa yang diinginkannya selama ini sudah tercapai. Jika saja ia tidak rajin belajar dan memenangkan lomba di Jakarta, keinginan itu tentu masih tertunda entah berapa tahun lagi.

Dalam hati Ahmad berkali-kali mengucap syukur kepada Tuhan karena kemurahan-Nyalah ia dapat memberikan kado kepada emaknya, semoga dengan kado mesin jahit itu emaknya bisa bekerja mandiri seperti pesan almarhum ayahnya sebelum meniggal.

“Lo, kau beli apa, Mad? Kok tidak membawa apa-apa?” tanya Pak Kolil yang sudah cukup lama menunggu mereka berdua.

‘’Ini Pak Kolil, Ahmad akan membelikan aku mesin jahit,’’ kata emaknya menjelaskan.Nanti mesinnya diantarkan toko itu ke rumah.

“Ha…, ha…, ha…,ha…, bagus, Mad. Biar emakmu besok buka usaha jahitan di rumah,” kata Pak Kolil tertawa senang.

Ahmad tersenyum. Mereka kemudian menuju ke truk yang sudah kosong muatannya karena pasir telah diturunkan. Pak Kolil membuka pintu truknya dan mengambil dua bungkusan yang terletak di depan stir.

“Mad, aku juga turut bangga atas prestasimu memenangkan lomba di Jakarta. Nah, ini sepatu dan tas sekolah sebagai kenang-kenangan untukmu. Tetaplah rajin belajar dan selalu membantu emakmu !’’ kata Pak Kolil sambil menepuk bahu Ahmad.

’’Terima kasih, Pak,’’ ujar Ahmad. Pak Kolil memang menganggap Ahmad sperti anak sendiri. Pak Kolil pernah bercerita tentang Arief, anak satu-satunya. Jika saja anak itu dikaruniai umur panjang sekarang pasti sudah sebaya dengan Ahmad. Sayang, Arief waktu masih kecil menderita polio hingga akhirnya meninggal, sampai sekarang Pak Kolil belum dikaruniai anak lagi.

Truk itu pun beranjak perlahan-lahan meninggalkan kota.

Puisi neng mayang

Februari 24, 2010

Kau memberiku kasih

Kau memberiku sayang

Kau memberiku cinta

Tapi..

Mengapa kini kau memberi ku rasa kebencian yang begitu besar

Ku mohon janganlah menambah rasa benci ku padamu

janganlah menambah rasa dendam ku padamu

Bisa kah kau menghapus semua rasa itu untukku

Karna yang aku inginkan hanya bahagia bersamamu selamanya hingga akhir hayatku….

Mayang Lagi

Februari 24, 2010

Tuhan Yang Mempertemukan Kita

Dari lubuk hati kecil ku

jujur kukatakan pada mu

cinta dan kasih sayang ku

yang pasti hanya untuk mu..

Tak pernah sedikit pun jua hati ku meragukan cintamu

karna yang ku tahu pasti aku pun setia pada mu

Kau dan aku walau meniti jalan berliku

tak perlu ada rasa curiga

Kau dan aku tak pernah tahu kapan harus bertemu

dan menjalin cinta kasih sayang

Karna Tuhan lah yang mepertemukan kita…

diantara kita berdua

Puisi cinta

Februari 24, 2010

Cinta itu datang tanpa diduga

Cinta itu datang tanpa pamrih

jika cinta dapat berkata maka katakan lah ku cinta padanya

Ungkapan semua rasa tanpa harus berpikir karna rasa sayang

Puisi Ku (manajemen ritel)

Februari 24, 2010

Ku merasa bahagia ketika aku melihat dirinya dihadapanku

Melihat tawa dan

Melihat senyum tipis dari bibirnya memberi kesejukan dalam hatiku

Saat aku menatap kedua matanya yang indah ku melihat adanya rasa takut adanya keraguan yang mendalam

Aku tak tahu apa yang saat ini ia rasakan mungkinkah ia takut kehilangan diriku mungkinkah ia meragukan kesetiaan cintaku padanya

Hanya sang waktu lah yang akan membuktikan semuanya…

Puisi 2

Februari 20, 2010

Sekejap saja kau curi hatiku

tanpa merasakan semua yang terjadi

sedetik saja kau peluk tubuhku

tanpa menghiraukan

Senyummu terlihat jelas dalam wajahmu

tertawa terbiasa tanpa kasih ikatan suci

tatapan indah yang kau pancarkan

merayu hatiku merobek cintaku dan kau pergi

Kau tinggalkan aku disini

membawa luka tanpa terobati

kau tebarkan senyuman yang pedih

tanpa menghapus dahulu cinta suci

biarlah waktu yang akan membalas

semua rasa sakit yang kau hempas


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.